3.bp.blogspot.com__ZLl6u0iuK8U_SqfCO1YyeHI_AAAAAAAAAUY_KPb2HLr-Rzk_s320_1
Written by admin  /  On Nov 05, 2011

Seputar Gunung Bromo dan Pananjakan

Perjalanan ke Bromo di mulai dari JAKARTA-SURABAYA-GEMPOL (yang sudah diceritakan di posting sebelumnya), sekarang saatnya kita tengok wisata di GUNUNG BROMO ini.
25 Maret 2009 kita berangkat dari Mess temen di Gempol untuk wisata ke bromo, agar dapat sunrise nya (melihat matahari terbit) jadi kita rencana dari gempol tengah malam, karena jarak yang akan di tempuh kira-kira kurang lebih 3 jam.
Tepat pukul 12 malam kita menuju ke bromo sebelumnya sempat berhenti di toko untuk membeli perbekalan makanan. Kali ini dapat kesempatan kita nggak perlu naik bus dari surabaya karena dapat pinjaman mobil jadi kita modal bensin aja, jadi pengeluaran bisa jauh lebih di tekan. Dan lagi2 ada kawan yang bersedia nyupirin ;p

Dalam perjalanan menuju gunung bromo bener-bener perjalanan yang sangat nyaman, karena jalan yang kita lalui itu jalan antar propinsi jadinya jalanan mulus ditambah jalan tengah malam jadi jarang mobil yang lewat. Ketika sudah memasuki kawasan bromo baru kita mulai perjalanan yang tadi dianggap mulus sekarang masuk tahap mengerikan, tapi masih tetap tenang karena “driver” kita sudah berpengalaman, karena di malam hari kami tidak dapat melihat sekeliling , jarak pandang hanya sebatas lampu mobil.
Setelah sampai di kawasan pegunungan tengger ini tepatnya di tempat parkir (dimana biasa mobil berhenti disini) kami tidak dapat melanjutkan lagi dengan mobil kami , harus berhenti di parkir dan menyewa hardtop, saat itu kira-kira pukul 3 sampai di bromo. Jadi kami putuskan sementara untuk tidak langsung naik menyewa hardtop mau tidur dulu kasian “supir” kita .. maksudnya kawan kita semalaman belum istirahat hanya membawa mobil saja.

Tapi ketika pertama kali datang para supir maupun calo hardtop sudah menghampiri kami langsung, mereka langsung bilang “sekarang aja pesannya nanti naiknya tidak apa” … jadilah kami langsung pesan dulu. Biaya untuk naik hardtop Rp. 250.000,.
Udara saat itu bener2 dingin suhu di daerah ini bisa mencapai 10 derajat celcius bahkan bisa sampai 0 derajat celcius kalo pagi ketika pintu mobil di buka angin dingin langsung terasa masuk ke dalam mobil “bener2 dingin” ada beberapa orang yang mendekati mobil dan menawarkan untuk membeli barang2 mereka seperti ada sarung tangan, topi dan lain-lain. Oleh karena itu sebaiknya apabila kita ingin pergi kesana, kita mempersiapkan pakaian dingin, topi kupluk, sarung tangan, kaos kaki, syal untuk mengatasinya. Tapi, bila Anda melupakan perlengkapan tersebut, ada banyak penjaja keliling yang menawarkan dagangannya seperti keadaan saat ini.
Setelah jam 3 kami akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke puncak bromo.
Sewa hard top (sejenis jeep) dari Cemoro Sewu ke Kawah Bromo dan Penanjakan round trip
Dari PANANJAKAN kita dapat melihat sunrise (matahari terbit), pananjakan ini merupakan puncak gunung tertinggi di kawasan ini. Untuk sampai ke pananjakan agak sulit karena jalan sempit dan banyak tikungan tajam, oleh karena itu kami memilih hardtop sebagai pilihan untuk mencapai tempat ini. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung.
Sampai diatas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari. Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat.

Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan moment ini

KAWAH DAN LAUTAN PASIR BROMO
Selesai menyaksikan matahari terbit,kami kembali menuruni Gunung Pananjakan dan menuju Gunung Bromo. Sinar matahari membuat kami dapat melihat pemandangan sekitar. Ternyata kami melewati lautan pasir yang luasnya mencapai 10 km². Daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan Anda bernafas.
Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, kami memutuskan untuk naik kuda … karena rencana kami mau nyisain tenaga soalnya malam ini juga langsung mau cabut ke Bali rencananya.sewa kuda PP harga Rp 50.000,- atau bila ada yang merasa kuat, jalan kaki juga bisa kok. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.
Sekarang, kami harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 (tepatnya 249 .. gw ngitung nih) anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo yang tingginya 2.392 m dari permukaan laut, kami melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. kami juga melihat kebawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat kita nikmati.

Ini sekedar informasi untuk teman2 semua.

Rute Perjalanan Ke Gunung Bromo :

  1. MALANG KE GUNUNG BROMO
  2. PASURUAN – PURWODADI – GUNUNG BROMO
  3. PASURUAN – WARUNG DOWO – GUNUNG BROMO
  4. PROBOLINGGO – TONGAS – GUNUNG BROMO
  5. LUMAJANG KE GUNUNG BROMO

Berikut juga mau berbagai cerita dari blog teman yang nulis tentang :
Legenda Masyarakat :
Menurut legenda dijelaskan tentang asal usul Suku Tengger ini. Dahulu di pulau Jawa di perintah oleh Raja Brawijaya dari Majapahit yang mempunyai anak perempuan bernama Rara Anteng yang menikah dengan Joko Seger, keturunan Brahmana. Ketika terjadi pergolakan di pulau Jawa, sebagian masyarakat yang setia pada agama Hindu melarikan diri ke pulau Bali. Sebagian lainnya menarik diri dari dunia keramaian dan bermukim di sebuah dataran tinggi di kaki Gunung Bromo, dipimpin oleh Roro Anteng dan Joko Seger, jadilah mereka suku Tengger, kependekan dari AnTeng dan SeGer.

Komplek Pegunungan :
Gunung Bromo termasuk bagian salah satu gunung yang berada di Komplek Pegunungan Tengger. Pada hamparan pasir yang sangat luas (Laut Pasir) dengan gunung-gunung di tengahnya yaitu: G. Bromo (2.392 m dpl), G. Batok ( 2.440 m dpl), G. Widodaren (2.614 m dpl), G. Watangan (2.601 m dpl) dan G. kursi (2.581 m dpl). Dinding kaldera yang mengelilingi laut pasir sangat terjal dengan kemiringan ±60-80 derajat dan tinggi berkisar antara 200-600 meter. Di keliling kaldera Tengger terdapat beberapa gunung diantaranya adalah G. Penanjakan (2.770 m dpl.), G. Cemorolawang, G. Lingker (2.278m dpl.), G. Pundak Lembu (2.635 m dpl.), G Jantur (2.705 m dpl.),G.Ider-ider (2.527 m dpl.) serta G.Mungal (2.480 m dpl.). Sedangkan pada Komplek Pegunungan Jambangan terdapat G. Lanang (2.313 m dpl), G Ayek-ayek (2.819 m dpl), G. Panggonan Cilik (2.883 m dpl), G Keduwung (2.334 m dpl), G Jambangan (3.020 m dpl), G Widodaren (2.000 m dpl), G Kepolo (3.035 m dpl), G Malang (2.401 m dpl), dan G Semeru (3.676 m dpl).

Selama abad ke-20, gunung yang terkenal sebagai tempat wisata itu meletus sebanyak tiga kali, dengan interval waktu yang teratur, yaitu 30 tahun. Letusan terbesar terjadi 1974, sedangkan letusan terakhir terjadi pada 2004.
Sejarah letusan Bromo: 2004, 2001, 1995, 1984, 1983, 1980, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948, 1040, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921, 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906, 1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865, 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822, 1823, 1820, 1815, 1804, 1775, dan 1767.

Pulang dari gunung bromo pukul 09.00 … udaranya seger bangat … nggak nyesel jalan-jalan kesini yang pasti nya … yuxx mari

Ringkasan Biaya Trip :

1. Biaya Bensin Rp. 200.000,. @ 50.000,.

2. Hard Top (termasuk biaya masuk) Rp. 250.000,. @62.500,.

3. Biaya Naik Kuda Rp. 30.000,.

Total @ 150rb-an

Komentar

komentar

Categories Tempat Wisata
Share This Post
  • 4
museum sangiran Musium Pra Sejarah Sangiran
negara bebas visa Daftar Negara Bebas Visa | Hanya Perlu Paspor (VoA)